Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Langkah Pertolongan Pertama Pada Gigitan dan Semburan Ular

Langkah Pertolongan Pertama Pada Gigitan dan Semburan Ular

Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada gigitan maupun semburan ular sangat penting untuk diketahui. Mengingat banyak spesies ular berbisa yang hidup di Indonesia

Ahmad Muammar Kadafi, seorang peneliti di NK Research Universitas Brawijaya (UB) yang konsen terhadap herpetofauna mengatakan di Indonesia terdapat 77 jenis ular berbisa

Nah, berikut ini adalah artikel tentang Pertolongan Pertama Pada Gigitan dan Semburan Ular dari Exalos Indonesia 

Profil Exalos Indonesia

Exalos Indonesia yang berdiri sejak 24 Februari 2016, merupakan komunitas sosial yang aktif dalam berbagai kegiatan diantaranya edukasi snake rescue dan bakti sosial. Dalam perkembangannya, Exalos Indonesia sudah memiliki banyak sukarelawan yang tersebar diberbagai wilayah indonesia.

Identifikasi Pengenalan Jenis Ular

Jenis ular diidentifikasi menurut 3 hal, menurut bahayanya, menurut habitatnya dan menurut gigi ular. Untuk lebih jelasnya bisa dicermati berikut

a. menurut bahayanya yaitu
• Ular tidak berbisa
• Ular berbisa rendah
• Ular berbisa tinggi 
• Ular pembelit/raksasa 

b. menurut habitatnya yaltu :
• Arboreal ( pohon )
• Terrestrial ( tanah )
• Aquatik
• Semi Aquatik
• Gurun

c. Bentuk Gigi Ular
• Aglypha: Tidak Bertaring (non venom)
• Ophistoglypha: Taring Belakang (medium venom) (Kecuali beberapa jenis dari Spesies Rabdhophis)
• Proteroglypha: Taring Depan Tetap (high venom)
• Solenoglypha: Taring Depan Lipat (high venom)

Pertolongan Pertama Pada Gigitan dan Semburan Ular

Membedakan gigitan ular berbisa dan tidak berbisa

a. Ular berbisa memiliki taring yang berguna untuk menyuntikan bisa kepada mangsanya, bekas gigitan ular berbisa ditandai dengan bentuk menyerupai tusukan dan jarang mengeluarkan darah, dalam beberapa kasus terjadi sebuah pembengkakan dilokasi sekitar gigitan

b. Ular tidak berbisa tidak memiliki taring akan tetapi memiliki gigi yang membentuk bekas gigitan berupa sobekan dan menimbulkan pendarahan

Penanganan pada gigitan ular

a. Gigitan ular tidak berbisa

Pada gigitan ular tidak berbisa tidak memiliki dampak berupa kecacatan atau kematian, gigtian oleh ular kecil hanya menimbulkan luka ringan, dimana penanganannya hanya sebagaimana mengobati luka lecet. Namun demikian gigitan oleh ular besar akan menimbulkan pendarahan yang berpotensi menyebabkan kematian.

Cara penanganan gigitan ular besar dengan melakukan tahan bebat yaitu menahan bagian luka dengan perban kemudian hindari mengganti perban yang akan menimbulkan rusaknya jaringan kulit yang sedang dalam proses penyembuhan, tidak disarankan melakukan pengikatan kecuali dalam keadaan sangat mendesak, penanganan di atas hanya merupakan pertolongan pertama dimana pertolongan selanjutnya dilakukan di pelayanan medis (heacting)

b. Gigitan ular berbisa rendah dan menengah

Ular berbisa rendah dan menengah di kategorikan sebagai ular yang tidak berbahaya, ular ini memiliki bisa yang hanya mampu membunuh untuk mangsanya gigitan ular ini pada umumnya tidak berakibat fatal terhadap manusia. Efek yang diberikan meliputi bengkak ataupun demam yang tidak berpotensi terjadi kecacatan atau kematian, penanganan sama seperti hal nya tergigit oleh ular yang tidak berbisa dengan tambahan pemberian analgesik

c. Gigitan ular berbisa tinggi

Pertolongan pertama pada gigitan ular berbisa tinggi dilakukan mengacu pada Guide Line WHO 2016 dan pedoman BPOM 2017

d. Semburan ( hanya oleh ular jenis Cobra)

1) pada kulit tidak ada efek, lakukan pencucian atau bersihkan pada tempat yang tersembur.
2) pada mata lakukan irigasi/ mengaliri mata dengan air bersih sebanyak mungkin.

Langkah Pertolongan Pertama Gigitan dan Semburan Ular

1. Langkah Pertolongan pertama dapat dilakukan pada gigitan ular berbisa tinggi merupakan faktor penting dari keselamatan korban gigitan ular berbisa,dimana bisa menjadi solusi ketidaksediaannya anti venom, hal ini dilakukan oleh orang awam atau tenaga kesehatan dengan peralatan terbatas.

Catatan : Karena pertolongan pertama bertujuan mempertahankan bisa ular tetap berada dalam fase lokal dimana dalam fase ini tidak dibutuhkan anti bisa.
a. Tenangkan korban
b. Persiapan alat dan lakukan pembidaian
c. Identifikasi ular, bisa di ketahui dari:
- bekas gigitan dan keterangan korban tentang ciri ciri ular yang menggigit (perlu di ketahui apakah bekas gigitan berasal dari taring ular berbisa, gigitan ular tidak berbisa atau gigitan hewan selain ular.)
- melihat gejala apakah terjadi rasa takut, pusing, mual gemetar, berkeringat, dan tindakan irasional
- tanda klinis meliputi bengkak, terjadi nekrosis atau infeksi yang menyebabkan cacat.

Memposisikan kepala korban kearah kiri dengan mulut lebih rendah guna mencegah aspirasi jika terjadi muntah.

Catatan. Apabila ternyata bukan gigitan ular yang berbisa maka penanganan sebatas pertolongan pada ular tidak berbisa

Di indonesia hanya memiliki 1 anti bisa ular yang bisa digunakan untuk 3 jenis ular yaitu Bungarus Fasciatus (uLar welang), C.Rhodostoma (ular gibuk) dan Naja Sputatrix (ular kobra jawa).

2. Langkah pertolongan lanjutan (dilakukan oleh tenaga medis)

a. Mobilisasi korban dari TKP menuju tempat medis mobilisasi dilakukan dengan cara menghubungi layanan darurat PSC 119, ambulance yang membawa korban pada umumya membawa peralatan bantuan hidup, hal ini dilakukan agar dalam perjalanan korban menuju rumah sakit bisa mendapatkan bantuan hidup / tidak terjadi keterlambatan.

b. Pemeriksaan fisik dan identifikasi
c. Penitaian Idinis
d. Pemberian anti venom yang sesuai setelah masuk fase penyebaran/ sistemik
e. Pendukung bantuan hidup

Layanan Snake Rescue Pelatihan Pengenalan dan Penanganan ular hubungi cp exalos Indonesia 089610404414

Asrama Brigif 6 Palur
CP :089610404414
@exalosindonesia

Posting Komentar untuk "Langkah Pertolongan Pertama Pada Gigitan dan Semburan Ular"

Berlangganan via Email