Tips Mengurangi Populasi Ular dengan Teknik Catch and Relocationi

Tips Mengurangi Populasi Ular dengan Teknik Catch and Relocationi

Maswarsito.Com - Fenomena temuan ular di kawasan hunian bukan hal yang diluar kebiasaan. Kejadian ini sangat alamiah natural dan logis (bukan mistis) dan bukan aksi terorisme gaees...

Mudik ? Iya, lha wong sebelum jadi cluster dan perumahan berdiri apik gitu kan tadinya rawa, tanah hutan dan kebun terbuka yang jadi habitat ular beserta mangsanya. Ekosistem masih seimbang dengan ketersediaan mangsa dan predatornya..

Kenapa sekarang banyak ular masuk hunian manusia ?

Ini beberapa alasannya :

  1. Ular memang satwa liar yang habitatnya paling dekat dengan manusia. Ada ular berarti ekosistem di sekitar hunian masih bagus dan normal. Justru jika tidak ada ular, bersiaplah ledakan populasi hama dimana mana
  2. Induk Ular bertelur tidak membuat sarang, tetapi memanfaatkan lubang2 sembunyi dan celah-celah terlindungi yang tak pernah di jamah predator/ manusia . Secara insting, induk ular akan meletakkan telur di kawasan yang tersedia berlimpah makanan ular sehingga saat telur menetas, si anak dengn mudah mendapatkan makanannya.
  3. Habitat ular di huni oleh manusia. Dengan sengaja kita tutup rawa, kita timbun sawah, kita buldoser hutan dan kita perkecil aliran irigasi sungai2 di sawah untuk dibangun cluster perumahan dan jalanan . Tak hanya ular, mangsanya pun semakin terdesak. Pada akhirnya berkumpulah mangsa-mangsa ular ini di area pemukiman. Kadal tikus kodok katak cicak burung sekarang hanya ada di sekitar pemukiman. Sehingga ular pun mendekat kesana.
  4. Ular bukan tipe satwa yang berkelompok seperti kijang, tapi tipe soliter atau hidup sendiri. Ular tidak menyusui sehingga tidak hidup bersama induknya. Setelah lahir/ menetas, si ular sudah mandiri.. cari makan dan cari tmpat sembunyi sendiri. Sehingga saat ditemukan anak ular di perumahan, akan tidak mungkin mencari induknya disana. Si induk udah pergi 3 bulan lalu saat usai bertelur, dia tinggal kan telurnya di lubang tertentu dan tidak di erami.
  5. Ular jenis / spesies apapun (ada 346 spesies di Indonesia) adalah satwa yang paling pintar sembunyi. Insting dia hanya cari makan dan cari tempat sembunyi, Kebetulan jika di sudut kompleks ada area yang jarang dijamah dan dibersihkan, dia akan betah berkeliling disana berburu mangsa. Tapi ular tidak membuat sarang seperti burung, setelah keluar lubang, dia tidak balik lagi ke lubanh yang sama, atau jika terjadi maka itu hanya kebetulan.
  6. Ular tidak bisa memilih nama tempat. Dimana pun dia nyaman dan ada mangsanya, dia akan betah. Terlepas itu di tepi sungai, hutan, kebun, halaman rumah, bahkan di area area industri banyak di temukan ular beraktifitas..
Jadi ular ular di beberapa perumahan ini, sedang mudik ke area nenek moyangnya mencari mangsa di sana. Dan semakin ke depan, konflik ular dengan manusia ini tidak semakin reda tapi justru akan semakin tinggi frekuensinya.

Berikut tips mengurangi populasi ular di cluster/hunian/ perumahan. Mengurangi populasi dgn teknik catch and relocationi, Bukan dengan dibunuh.

  1. Gotong royong  membersihkan area yang tidak tertata dan jarang dijamah, tumpukan material dan kebun tak terawat menjadi tempat nyman bagi ular untuk sembunyi.
  2. Rumah kosong di semprot dengan fogging nyamuk secara berkala agar satwa di dalam tidak betah dan berpindah
  3. Pasang jaring besi di saluran irigasi akses keluar masuk
  4. Pohon di atas pagar di bersihkan dari akses luar
  5. Lubang di pagar kompleks di tutup
  6. Pasang pest trap untuk jebakan tikus, tikus adalah mangsa utama ular sehingga jika tikus berkurang, ular akan bergeser. Putus rantai makanan ular di kawasan hunian.
  7. Bagi yang memelihara burung, selalu cek akses dengan lingkungan karena burung juga makanan ular
  8. Tidak perlu menebar garam, karena ular tidak takut garam
  9. Tidak perlu menggunakan tali ijuk karena ular tidak sakit jika lewat ijuk, tetap lolos
  10. Jika menemukan ular, hati hati dalam menangani (snake handling) sebaiknya dilakukan oleh orang yang terlatih
  11. Disarankan cukup foto/ amati gerakan ularnya kemana. Lalu kirim ke group snake handler atau Snake Rescue atau Pemadam Kebakaran agar dibantu evakuasi dengan mengirim tim.
  12. Pahami katakter dan tingkah laku ular dan juga pahami manfaat serta bahayanya agar kita nyaman bertetangga dengan Ular.

Snake Everywhere, Don't worry just be prepared !!

*sumber : Yayasan Sioux Ular Indonesia

Berlangganan via Email